Dokumen Tidak Sesuai, 43 Ekor Murai Batu Ditunda Dilalulintaskan

Kategori : TINDAKAN KARANTINA


Kualanamu (10/08) Burung Kucica Hutan atau yang lebih sering dikenal dengan Burung Murai Batu merupakan burung yang digemari banyak kalangan karena suaranya yang merdu.

Di Pulau Sumatera sendiri, burung Murai Batu Medan populasinya sangat banyak dan tersebar di hutan-hutan Sumatera Sampai Aceh.

Bukan hanya hobi semata, banyak orang di Medan membudiyakan burung ini untuk dijual ke penggemar burung ke penjuru Indonesia. Harganya yang fantastis membuat burung ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Sejumlah 43 ekor Burung Murai Batu diperiksa kelengkapan dokumen dan fisiknya sebelum diterbangkan melalui bandara Kualanamu. Rencananya 40 Ekor Burung Murai Batu akan diterbangkan ke Yogyakarta dan sisanya ke Semarang, Jawa Tengah.

Dokter hewan Sahar Panjaitan selaku pejabat Karantina Pertanian Medan memeriksa kelengkapan dokumen dan kesehatan puluhan burung tersebut.

"Semuanya dalam kondisi sehat, tetapi ada ketidaksesuaian dokumen, sehingga sertifikat tidak bisa kita keluarkan" Ungkap Sahar.

Hal tersebut membuat puluhan ekor Burung Murai Batu tidak bisa untuk diterbangkan di hari yang sama ke tujuan karena tidak cocoknya dengan dokumen. Ini membuat sang pengirim harus kembali melengkapi dokumen agar burung-burung tersebut bisa sampai ketangan pemilik barunya, jelas Sahar lagi.

Peran Karantina Pertanian sangat penting dalam pengawasan lalulintas hewan. Dalam hal ini kesesuaian dokumen menjadi hal mutlak agar tidak terindikasi sebagai hewan yang diselundupkan.


  INFO TERKAIT