INSTALASI BKP2 MEDAN


1. INSTALASI KARANTINA HEWAN (IKH)

       Prosedur :      

  1. Pihak pemilik suatu bangunan berikut peralatan dan lahan serta sarana pendukung mengajukan permohonan penetapan Instalasi Karantina Hewan secara tertulis kepada Kepala Badan Karantina Pertanian dengan tembusan  kepada Kepala UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan.
  2. Permohonan memuat antara lain, data dan alamat pemohon, alamat lokasi, kapasitas, jenis media pembawa, negara/daerah asal dan tujuan serta peruntukannya.
  3. Berkas permohonan harus melampirkan persyaratan:
  4. Sesuai dengan Rencana Umum Tata Letak (RUTL)
  5. Memilki Izin Gangguan Lingkungan (HO)Berstatus tidak dalam sengketa
  6. Memenuhi persyaratan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
  7. Memiliki rekomendasi instalasi dari Dinas Kabupaten / Kota yang membidangi kesehatan hewan/kesehatan masyarakat veteriner
  8. Kepala Badan Karantina Pertanian menugaskan Tim Penilai untuk melakukan penilaian persyaratan dan kelayakan teknis sesuai standar yang ditetapkan.
  9. Kepala Badan Karantina berdasarkan hasil penilaian tim penilai menetapkan permohonan diterima atau ditolak.
  10. Permohonan yang diterima akan ditetapkan sebagai instalasi karantina hewan dan ditetapkan dalam bentuk Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian.
  11. Pemilik atau penanggung jawab instalasi karantina wajib menjaga persyaratan dan kelayakan teknis instalasi karantina hewan yang telah ditetapkan dan menyampaikan laporan penggunaan instalasi karantina paling kurang 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan kepada Kepala Badan Karantina Pertanian melalui Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan.
  12. Petugas Karantina pada Balai Karantina Pertanian melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemilik dan instalasi karantina hewan yang telah ditetapkan.

      

       Instalasi Karantina Hewan (IKH) Milik Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan :

                   1. IKH Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan.

       Instalasi Karantina Hewan (IKH) Milik Swasta/Pihak Ketiga :

                   1.      PT. Ori Ginalnest Indonesia.

                   2.      PT. Mandiri Abadi Permai.

                   3.      PT. Expravet Nasuba.

                   4.      PT. Mega Ratu Walet.

                   5.      PT. Ultra Sumatera Dairy Farm.

                   6.      PT. CJ.Feed Medan.

                   7.      PT. Gold Coin Indonesia.

                   8.      PT. Central Protein Prima.

           

2. INSTALASI KARANTINA TUMBUHAN (IKT)

       Prosedur :

       1.  Berkas permohonan Registrasi dijukan ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

       2.  Permohonan Registrasi dibukukan dan diberi lembar disposisi untuk selanjutnya diteruskan ke Koordinator Lapangan.

       3.  Kepala Balai sebagai Koordinator Lapangan menugaskan Tim Penilai untuk melakukan Penilaian terhadap berkas permohonan yang diajukan

       4.  Berkas permohonan harus memuat :

                   a. Akta Pendirian Perusahan

                   b. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)

                   c. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

                   d. Nomor Pokok Wajib Pajak  (NPWP)

                   e. Surat Keterangan Domisili Perusahaan

                    f. Daftar Fasilitas Kantor / Tempat dan Sarananya

                    g. Ijazah terakhir personal/penangung jawab teknis

                    h. Persyaratan Penetapan Instalasi  / Panduan Sistim Mutu Instalasi Karantina 

                     i. Struktur Organisasi Perusahan

                     j. Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab personal

       5.  Persyaran Penetapan Instalasi minimal harus memenuhi :

                        √  Persyaratan administrasi

                        √  Memenuhi sarana dan peralatan  teknis yang dipersyaratkan

       6.   Hasil Penilaian dilaporkan Tim Penilai kepada Koordinator Lapangan

       7.   Koordinator Lapangan akan meneruskan berkas permohonan kepada Otoritas Kompeten Skim Audit Barantan,

             jika berkas permohonan memenuhi persyaratan yang diminta

       8.   Hasil Penilaian oleh Otoritas Kompeten akan diserahkan oleh Koordinator Lapangan kepada pemohon

       9.   Kepala Balai melakukan pengawasan realisasi produk terhadap perusahaan yang telah mendapat sertifikat

       10. Jika terdapat penyimpangan dari implementasi sertifikat yang diberikan, maka Kepala Balai / Koordinator Lapangan melaporkan dan  

              merekomendasikan audit investigasi terhadap perusahaan yang bersangkutan kepada Otoritas Kompeten Skim Audit Barantan

        11. Jika Berkas permohonan tidak memenuhi persyaratan, Koordinator Lapangan akan mengembalikan berkas permohonan

               kepada pemohon untuk diperbaiki

        12. Seluruh rekaman hasil penilaian dan tindak lanjut penilaian disimpan. Koordinator Lapangan bertanggung jawab terhadap rekaman ini.

 

        Instalasi Karantina Tumbuhan Milik Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

                 1. IKT Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

        Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) Milik Swasta

                 1. PT. Timbang Deli Indonesia

                 2. PT. Bibit Baru

                 3. PT. Sumatra Busan

                 4. PT. Tamora Stekindo

                 5. PT. Socfindo indonesia

                 6. PT. Londsum.

                 7. PPKS (Pusat Penelitian Kecambah Kelapa Sawit).