KARANTINA TUMBUHAN DOMESTIK KELUAR


PROSEDUR TINDAKAN KARANTINA TUMBUHAN DOMESTIK KELUAR :

  1. Pemilik Media Pembawa / kuasanya melaporkan kepada petugas karantina tentang akan dibawa / diangkutnya suatu Media Pembawa dari pelabuhan Bandar udara setempat ke area lain di dalam wilayah RI dengan mengisi form SP-1  yaitu laporan pemasukan / pengeluaran / transit MP serta melampirkan persyaratan yang dipersyaratkan.
  2. Petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen-dokumen persyaratan pengeluaran dan hasilnya dituangkan dalam formulir DP-2.
  3. Koordinator Fungsional membuat respon terhadap hasil yang telah dituangkan dalam DP-2 untuk menetapkan tindakan-tindakan karantina selanjutnya.
  4. Sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen persyaratan, koordinator fungsional melakukan pengelolaan penugasan para petugas karantina dalam kelompok/individu, dengan surat tugas kepala UPT / pejabat yang ditunjuknya melalui penerbitan DP-1, yaitu Surat Tugas, yang berisi penugasan dalam unit / tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan Media Pembawa (MP).
  5. Hasil pelaksanaan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan di laboratorium dilaporkan secara individu / tim dalam kerangka operasional maupun kewajiban pengumpulan angka kredit sebagai dokumentasi bukti fisik yang dituangkan dengan menggunakan form DP-5.
  6. Bila hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium ternyata bebas dari serangan OPTK maka dapat dilakukan penerbitan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-12), bila tidak bebas dari OPTK diberikan tindakan perlakuan (SP-4).
  7. Apabila tidak dapat dibebaskan dari OPTK atau MP mengandung OPTK A2, dilakukan tindakan penolakan (KT-13) atau pemusnahan (KT-14).
  8. Semua tindakan karantina mengakibatkan kewajiban pemilik untuk membayar jasa karantina sesuai dengan ketentuan yang berlaku