Pengertian Karantina


PENGERTIAN KARANTINA

Karantina adalah tempat pengasingan dan/atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Republik Indonesia.
Karantina Hewan dan Tumbuhan adalah tindakan sebagai upaya pencengahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan atau organisme pengganggu tumbuhan dari luar negeri dan dari suatu area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negera Repbulik Indonesia.

ISTILAH TERKAIT KARANTINA

  1. Alat Angkut Media Pembawa adalah semua alat transportasi darat, air, maupun udara yang dipergunakan untuk melalulintaskan Media Pembawa.
  2. Analisa Resiko Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah proses untuk menetapkan bahwa suatu Organisme Pengganggu Tumbuhan merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting, serta syarat-syarat dan tindakan Karantina Tumbuhan yang sesuai untuk mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan tersebut.
  3. Area adalah daerah dalam suatu pulau, pulau, atau kelompok pulau di dalam negara Repiblik Indonesia yang dikaitkan dengan pencegahan dan penyebaran hama penyakit hewan karantina serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
  4. Bahan Asal Hewan adalah bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut.
  5. Bahan Asal Tumbuhan adalah bahan yang berasal dari tumbuhan yang belum diolah/ yang sudah diolah lebih lanjut.
  6. Bahan Lain adalah media pembawa yang bukan tergolong hewan. Bahan asal hewan, dan hasil bahan asal hewan yang mempunyai potensi penyebaran penyakit hama dan penyakit hewan karantna.
  7. Dokumen Karantina adalah semua formulir resmi yang ditetapkan oleh Menteri dalam rangka tertib administrasi pelaksana tindakan karantina.
  8. Dokumen Lain adalah surat yang diterbitkan Menteri lain yang terkait atau oleh pejabat yang ditunjuk olehnya sebagai pesyaratan utama dan atau untuk pendukung untuk setiap pemasukan, transit atau pengeluaran media pembawa.
  9. Dokter Hewan Karantina adalah dokter hewan yang ditunjuk oleh Menteri untuk melaksanakan tindakan karantina.
  10. Fasilitator adalah petugas yang melaksanakan konsultasi mutu di lingkup Balai Karantina Pertanian Kelas  II Medan.
  11. Fumigasi adalah tindakan perlakuan terhadap media pembawa organisme penggangu tumbuhan
  12. Hasil Bahan Asal Hewan adalah bahan asal hewan yang telah diolah.
  13. Hama Penyakit Hewan Karantina adalah semua hama, hama penyakit dan penyakit hewan yang berdampak sosio ekonomi nasional dan perdagangan internasional serta menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat veteriner yang dapat digolongkan menurut tingkat resikonya.
  14. Hama Penyakit Hewan Golongan I adalah hama penyakit hewan karantina yang mempunyai sifat dan potensi penyebaran penyakit yang serius dan cepat, belum diketahui cara penangananya, belum terdapat di suatu area atau wilayah negara Republik Indonesia.
  15. Hama Penyakit Hewan Golongan II adalah hama penyakit hewan karantina yang potensi penyebaranya berhubunagn erat dengan lalu lintas media pembawa, sudah diketahui cara penangananya dan telah dinyatakan ada di suatu area atau wilayah negara Republik Indonesia.
  16. Instalasi Karantina Hewan adalah bangunan berikut peralatan dan lahan serta sarana pendukung yang diperlukan sebagai tempat untuk melakukan tindakan karantina.
  17. Instalasi Karantina Tumbuhan yang selanjutnya disebut Instalasi Karantina adalah tempat beserta segala sarana yang ada padanya yang digunakan untuk melaksanakan tindakan Karantina Tumbuhan.
  18. Karantina Tumbuhan adalah tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan dari luar negeri dan dari suatu Area ke Area lain di dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
  19. Kemasan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau membungkus media pembawa baik yang bersentuhan langsung maupun tidak.
  20. Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan yang selanjutnya disebut Media Pembawa adalah tanaman dan bagian-bagiannya dan/atau benda lain yang dapat membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
  21. Media Pembawa Penyakit Hewan Karantina yang selanjutnya disebut media pembawa adalah hewan, bahan asal hewan, hasill bahan asal hewan dan atau benda lain yang dapat membawa hama penyakit hewan karantina.
  22. adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang Karantina Tumbuhan.
  23. Negara atau Area asal yang mempunyai resiko tinggi adalah Negara atau Area asal yang mempunyai potensi kuat sebagai tempat yang menjadi sumber penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan.
  24. Organisme Pengganggu Tumbuhanadalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.
  25. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan yang ditetapkan oleh Menteri untuk dicegah masuknya ke dalam dan tersebarnya di dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.
  26. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan I adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang tidak dapat dibebaskan dari Media Pembawanya dengan cara perlakuan.
  27. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan II adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang dapat dibebaskan dari Media Pembawanya dengan cara perlakuan.
  28. Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Penting adalah semua Organisme Pengganggu Tumbuhan selain Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, yang keberadaannya pada benih tanaman yang dilalulintaskan dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan secara ekonomis terhadap tujuan penggunaan benih tanaman tersebut dan ditetapkan oleh Menteri untuk dikenai Tindakan Karantina.
  29. Panduan Kerja adalah suatu dokumen yang berisi kebijakan mutu, sistem mutu, pelaksanaan manajemen mutu yang ditetapkan oleh pucuk pimpinan dan berfungsi sebagai acuan dalam penerapan sistem manajemen mutu. Panduan Mutu ini menguraikan unsur dan fungsi sistem tersebut.
  30. Paramedik Karantina Hewan yang selanjutnya disebut Paramedik Karantina adalah petugas teknis yang ditunjuk oleh Menteri untuk membantu pelaksanaan tindakan karantina.
  31. POPT yang selanjutnya disebut Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan yang ditunjuk oleh menteri untuk melaksanakan tindakan karantina
  32. Pelanggan adalah pihak atau instansi di luar Balai  Karantina Pertanian kelas II Medan baik pemerintah maupun swasta dan pihak-pihak terkait lainnya yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan Balai Karantina Pertanian kelas II Medan.
  33. adalah kegiatan memasukan media pembawa darii luar ke dalam wilayah negara Republik Indonesia atau ke suatu area dari area lain di dalam wilayah negara Republk Indonesia.
  34. Pengeluaran adalah kegiatan pengeluaran media pembawa darii luar ke dalam wilayah negara Republik Indonesia atau dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republk Indonesia.
  35. Pemilik Media Pembawa yang selanjutnya disebut pemilik adalah orang atau badan hukum yang memiliki Media Pembawa dan/atau yang bertanggung jawab atas pemasukan pengeluaran atau transit Media Pembawa.
  36. Penanggung jawab alat angkut adalah orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas kedatangan keberangkatan atau transit alat angkut.
  37. Petugas Karantina Hewan yang selanjutnya disebut Paramedik Karantina adalah petugas teknis yang ditunjuk oleh Menteri untuk membantu pelaksanaan tindakan karantina.
  38. Sucihama adalah tindakan membersihkan dari hama atau hama penyakit seperti antara lain Desinfeksi, Desinsektisasi dan Fumigasi.
  39. Sertifikat Kesehatan Tumbuhan adalah surat keterangan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang di negara atau Area asal/pengirim/transit yang menyatakan bahwa tumbuhan atau bagian-bagian tumbuhan yang tercantum di dalamnya bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan I, Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Golongan II, dan/atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting serta telah memenuhi persyaratan Karantina Tumbuhan yang ditetapkan dan/atau menyatakan keterangan lain yang diperlukan.
  40. Tata Alir Kegiatan adalah alur kerja atau mekanisme proses kegiatan yang berlangsung di Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan.
  41. Tempat Asal adalah tempat dimana hewan dibudidayakan, piara, ditangkar atau habitatnya dan tempat – tempat pengumpulan, pengolahan atau pengawetan bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan atau benda lain.
  42. Tempat Pemasukan dan Tempat Pengeluaran adalah pelabuhan laut, pelabuhan sungai dan danau, pelabuahan penyeberangan, bandar udara, kantor pos, pos perbatasan dengan negara lain dan tempat – tempat lain yang ditetapkan sebagai tempat untuk memasukan dan atau mengeluakan media pembawa.
  43. Tindak Karantina Hewan yang selanjutnya disebut tindakan karantina adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencegah hama penyakit hewan karantina masuk ke, tersebar di, dan atau keluar dari wilayah negara Republik Indonesia.
  44. Transit Alat Angkut adalah singgah sementara alat angkut di dalam wilayah Negara Republik Indonesia atau suatu area di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Sebelum alat angkut tersebut sampai ke negara atau Area tujuan.
  45. Transit Media Pembawa, peralatan dan pembungkus adalah singgah sementara dan diturunkannya dari alat angkut Media Pembawa, peralatan atau pembungkus di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sebelum Media Pembawa, peralatan atau pembungkus tersebut sampai ke negara atau Area tujuan.
  46. Wabah atau Eksplosi adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan yang sifatnya mendadak, populasinya berkembang sangat cepat dan menyebar luas dengan cepat.
  47. Termasuk pengertian benda lain diantaranya adalah sarana pengendalian hayati, biakan organisme tanah, kompos, dan media pertumbuhan lainnya dan vektor.