PROSEDUR TINDAKAN KARANTINA HEWAN IMPOR


PROSEDUR TINDAKAN KARANTINA HEWAN IMPOR :

1. Pemilik / kuasanya melaporkan pemasukan /  rencana pemasukan Media Pembawa kepada petugas karantina tentang akan dibawa/dimasukkannya suatu Media Pembawa dari pelabuhan / Bandar udara kedalam wilayah RI dengan mengisi form KH-1 yaitu Permohonan Pemeriksaan Karantina dengan melampirkan dokumen persyaratan yang dipersyaratkan.

2. Petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen-dokumen persyaratan pemasukan,.

3. Koordinator fungsional melakukan pengelolaan penugasan medik veteriner/ paramedik veteriner dalam kelompok atau individu dengan surat tugas Kepala Balai/pejabat yang ditunjuk melalui penerbitan Form KH-2 .

4. Petugas fungsional membuat respon untuk menetapkan tindakan karantina selanjutnya

       5. Terhadap MP yang tidak dilengkapi dengan persyaratan administrasi yaitu:

  •   Sertifikat Kesehatan yang diterbitkan oleh Dokter Hewan karantina di negara asal untuk pemasukan hewan; dan/atau
  •   Sertifikat Sanitasi yang diterbitkan oleh Dokter Hewan karantina di negara asal untuk pemasukan produk hewan; dan/atau
  •   Surat Keterangan Asal untuk media pembawa yang tergolong benda lain; dan/atau

      6. Disamping persyaratan tersebut di atas dalam hal-hal tertentu dapat dikenakan kewajiban tambahan berupa persyaratan teknis dan kelengkapan dokumen Petugas fungsional Medik Veteriner akan membuat/menerbitkan KH-8a: Surat Penahanan dan proses tindakan karantina akan dilanjutkan apabila pemilik/kuasanya telah melengkapi dokumen-dokumen persyaratan dalam tenggang waktu 14 hari, namun jika persyaratan tersebut tidak dapat dipenuhi dikenakan Tindakan Penolakan ( KH-8b ) dengan tenggang waktu 14 hari. Jika proses re-export tidak dapat dipenuhi dikenakan Tindakan Pemusnahan ( KH-8c).

  1. Hasil pelaksanaan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan di laboratorium dilaporkan secara individu / tim dalam kerangka operasional maupun kewajiban pengumpulan angka kredit sebagai dokumentasi bukti fisik yang dituangkan dengan menggunakan form KH-2.
  2. Bila dari hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium ternyata bebas dari serangan HPHK maka dapat dilakukan penerbitan Sertifikat Pelepasan Karantina/ Certificate of Release ( KH-12 ). Apabila tidak bebas dari HPHK diberi tindakan perlakuan. Bila hasilnya dapat dibebaskan dari HPHK, dapat diterbitkan Sertifikat Pelepasan Karantina ( KH-12 ).
  3. Apabila tidak dapat dibebaskan dari HPHK, dilakukan penolakan ( KH-8b ) atau pemusnahan ( KH-8c ).
  4. Semua tindakan karantina mengakibatkan kewajiban pemilik untuk membayar jasa karantina sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  5. Ketentuan-ketentuan lainnya ;
  • Khusus terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan atau benda lain impor yang telah dilengkapi dengan semua persyaratan administrasi, kordinator fungsional / medik veteriner menerbitkan form    KH-7, yaitu Perintah Masuk Karantina Hewan.
  • Hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan atau benda lain impor dikeluarkan dari daerah pelabuhan dengan syarat-syarat sebagai berikut :
    1. Sepengetahuan dan / atau dengan pengawalan dari pelabuhan / bandara ke lokasi pemeriksaan / pengasingan oleh petugas sesuai dengan ketentuan hasil analisis resiko HPHK.
    2. Dipastikan tidak akan terjadi kebocoran, kontaminasi atau tercecer media pembawa selama perjalanan pengangkutan
    3. Tempat dimana dilakukan pemeriksaan harus di suatu tempat terbuka / longgar / leluasa, jauh dari keramaian memungkinkan untuk dilaksanakannya pemeriksaan dan pengambilan sampel. Tindakan pemeriksaan diluar tempat pelabuhan / Bandar udara yaitu dilokasi instalasi karantina hewan milik pemerintah dan instalasi karantina hewan milik swasta.
    4. Koordinator fungsional mengkoordinasikan kegiatan pemeriksaan awal di lapangan yang meliputi:
      • Mengawasi pembongkaran / pemuatan media pembawa HPHK;
      • Pemeriksaan kebenaran jenis, volume, jumlah media pembawa HPHK;
      • Pengamatan / pemeriksaan gejala serangan HPHK
      • Pengambilan sampel (contoh) media pembawa HPHK sesuai dengan Teknik dan Metoda pengambilan contoh (sampling) yang telah ditetapkan berdasarkan pertimbangan validitas keilmuan untuk keperluan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis di laboratorium
      • Pengamatan / pemeriksaan HPHK secara detail (makroskopis dan mikroskopis).

Apabila hasil pemeriksaan terjadi ketidak-sesuaian antara kenyataan dan keterangan yang tercantum pada Health Certificate (HC) Negara asalnya dan / atau Sanitary Certificate (SC) Negara asalnya, maka koordinator fungsional/medik veteriner melaporkan kepada kepala UPT untuk menerbitkan KH-8a , yaitu Berita Acara Penolakan.